MENGENAL JENIS NARKOBA, APA ITU AMFETAMIN?

MENGENAL JENIS NARKOBA, APA ITU AMFETAMIN?

MENGENAL JENIS NARKOBA, APA ITU AMFETAMIN?

Banyak orang yang beranggapan bahwa amfetamin itu adalah obat untuk penderita bipolar. Padahal sebenarnya amfetamin itu bukan untuk mengobati bipolar. Lalu amfetamin itu obat apa? Apakah masuk kedalam golongan narkoba?

Seperti yang kita sudah tau bahwa narkoba itu merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, badan adiktif. Dan pada dasarnya narkotika dan psikotropika itu merupakan obat yang berbeda. Narkotika sendiri merupakan zat yang bisa membuat penurunan kesadaran, hingga halusinasi dan bisa menyebabkan kecanduan juga bisa menghilangkan rasa nyeri. Sedangnkan psikotropika merupakan zat yang alami atau sintesis namun bersifat psikoaktif sehingga bisa membuat perubahan perilaku dan mental.

Tapi keduanya tetap sama-sama berbahaya karena bisa ketergantungan dan yang paling fatalnya lagi bisa menyebabkan kematian. Nah seperti yang akan dibahas sekarang bahwa amfetamin itu bukan masuk ke dalam golongan narkotika tapi lebih ke psikotropika. Jika tak sesuai dengan penggunaan dalam medis, memang obat ini akan disalahgunakan karena sangat bahaya.

Psikotropika juga terdiri aras 4 golongan yang berbeda dan di kelompokan berdasarkan efek kecandungannya. Dimana amfetamin ini sudah masuk kedalam golongan 2 yaitu obat yang highly addictive. Psikotropika golongan 2 ini memiliki risiko ketergantungan yang tinggi, contohnya seperti Metamfetamin (sabu), amfetamin, dan fetonin.

Dalam dunia medis, terkadang amfetamin ini masih digunakan tapi ditujukan untuk pengobatan. Obat ini diperuntukan untuk terapi karena sifatnya stimulan. Penggunaannya pun tidak bisa sembarangan, harus sesuai dengan resep dokter dan aturan yang sangat ketat. Walaupun memang obat ini ada manfaatnya bagi kesehatan, tapi tidak untuk di konsumsi tanpa anjuran dokter karena bisa fatal.

Obat-obat jenis psikotropika ini akan digunakan oleh dokter biasanya untuk mengidap gangguan mental, epilepsy, narkolepsi hingga kelelahan yang kronis. Onbat psikotropika juga terkadang digunakan sebagai obat bius untuk mencegah dan tidak menimbulkan rasa nyeri, misalnya saat operasi.

Tapi di Indonesia sendiri sudah banyak yang menyalahgunakan obat tersebut sehingga bisa tersebar luas, amfetamin itupun memang tak jauh beda dengan turunan obat lainnya misalnya metamfetamina atau sabu. Saat itu juga, pemerintah langsung memasukan amfetamin ini ke dalam UU Narkotika. Jadi bagi siapapun yang menyalahgunakan obat jenis psikotropika ini akan mendapatkan hukuman penjara.

Spekulasi orang-orang terhadap obat tersebut bisa mengobati bipolar itu sebenarnya salah. Pasalnya amfetamin sendiri bisa memperparah kondisi penderita bipolar, kenapa? karena obat ini bisa meningkatkan mood. Sedangkan penderita bipolar harusnya mendapatkan obat seperti mood stabilizer dan obat antidepresan.

Jika kamu menggunakan obat ini dalam jangka waktu yang panjang akan menimbulakn efek samping yang sangat bahaya untukĀ  kesehatan fisik dan mental. Secara fisik, obat ini akan membuat gangguan seperti penyakit jantung, hipertensi dan bisa membuat stroke. Sementara jiak menyerang kesehatan mental malah bisa menjadi lebih parah karena sifatnya adiksi yang bisa membuat semakin berat. Efek yang ditimbulkan juga sangat beragam mulai dari muntah, overdosis, turunnya kesadaran dan parahnya bisa merusak sel-sel otak.

Namun seperti yang kita tahu bahwa jika kamu tetap menggunakan obat-obat terlarang secara sembunyi-sembunyi tetap aja pasti akan ketahuan oleh pihak yang berwajib. Belum lagi penggunaan obat psikotropika harus di rehabilitas dan menjalani serangkaian perawatan dari dokter dan terapis. Hal ini ditujukan agar bisa menghindari dari kecandungan yang bisa merusak fisik dan mental karena bisa merugikan seumur hidup.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *